Franklin takut dengan ruang gelap dan kecil. Itulah sebabnya, ke mana-mana Franklin selalu menyeret cangkangnya. Ia takut masuk ke dalam cangkangnya yang gelap dan kecil. Franklin yakin bahwa sesuatu yang mengerikan, seperti monster, ada di dalam cangkangnya yang gelap dan kecil itu. Maka, pergilah ia ke teman-temannya untuk minta bantuan. Duck, si bebek menawarkan pelampung renang yang biasa d…
Franklin meminta izin kepada orang tuanya, karena ia ingin mengajak Bear menginap di rumahnya. Kamar Franklin terlalu kecil untuk seekor kura-kura dan seekor beruang. Maka ia berencana untuk tidur di ruang tengah dan berkemah di halaman. Bear sangat senang dengan rencana Franklin. Ia membawa barang-barang miliknya, seperti buku, bantal, kantung tidur, puzzle, senter, sandal, sikat gigi, makanan…
Franklin terpilih menjadi pemeran Nutcracker dalam pementasan drama di sekolah. Sebenarnya Franklin sangat menyukai cerita drama itu, namun ia takut lupa dialognya saat pementasan. Semua mendapat peran sendiri-sendiri. Goose, si angsa, sedang menghafalkan dialog. Beaver, si berang-berang, sedang berlatih balet. Racoon, si rakun, bertugas membuat dekor panggung, dengan dibantu teman-temannya. Be…
Dalam judul ini Elliot bermimpi mengarungi samudera dengan perahu. Elliot Moose ingin sekali membuat perahu dan berlayar bersama sahabatnya, Socks. Mereka berdua mencari benda-benda yang diperlukan, lalu menuju tepi kolam untuk membuat perahu untuk mereka berdua. Sepanjang hari itu mereka bertualang mengarungi samudera yang luas, berpura-pura menjadi pelaut hebat. Namun, ketika mereka berhenti …
Dalam judul ini dikisahkan tentang ulang tahun Lionel. Apakah ada cara yang lebih baik untuk merayakannya selain membuat kue ulang tahun untuk Lionel? Elliot dan teman-temannya sangat antusias membuat kue. Tapi, masing-masing punya penafsiran yang berbeda saat membaca resepnya. Mereka sempat kebingungan. Apakah mereka berhasil membuat kue? Apakah Lionel akan mendapatkan kejutan berupa kue ulang…
Dalam judul ini Elliot Moose menemukan peta dengan tanda X yang misterius, ia tahu bahwa tanda itu menunjukkan letak harta karun. Maka, ia bergegas keluar dan menggali di tempat yang ditunjukan peta itu. Teman-teman Elliot ikut membantu. Mereka semua membayangkan akan menemukan harta karun yang tak ternilai harganya. Lubang yang mereka gali semakin besar dan dalam, tapi tidak ada tanda-tanda ha…
Dalam judul ini diceritakan Elliot Moose takut dengan suara aneh yang didengarnya di rumah saat malam hari. Ketika temannya, Beaverton, menjelaskan bahwa itu mungkin hanya suara kulkas, tungku perapian, atau daun jendela yang berderak karena tertiup angin, Elliot merasa sedikit lega. Tapi, kemudian ia terbangun karena mendengar suara wuuuuzzz, buuum, Elliot tidak tahu itu suara apa. Beaverton t…
Dalam judul ini dikisahkan Elliot Moose berencana bertualang bersama sahabatnya, Socks. Namun, tiba-tiba rencana itu batal ketika Elliot mendapat kecelakaan. Kakinya robek. Teman-teman Eliot bergegas menolong Elliot, masing-masing dengan caranya sendiri. Tapi, sepertinya tidak ada yang berhasil. Akhirnya, Socks mendapat ide. Ia menemui Beaverton dan Beaverton segera menolong Elliot. Maka, tak l…
Annabeth merasa panik. Saat baru saja mendarat di Perkemahan Jupiter bersama Jason, Leo dan Piper serta bertemu kembali dengan kekasihnya, Percy, Annabeth harus menghadapi ancaman perang dari para demigod Roma. Walaupun Dia dan teman-temannya datang dengan damai, namun Argo II-kapal besar berkepala naga perunggu-memang tampak mengancam para demigod Roma. Ketakutan terbesar Annabeth adalah kehil…
The SECOND title in this number one, bestselling spin-off series from Percy Jackson creator, Rick Riordan. In The Lost Hero, three demigods named Jason, Piper, and Leo made their first visit to Camp Half-Blood, where they inherited a blood-chilling quest: Seven half-bloods shall answer the call, To storm or fire the world must fall. An oath to keep with a final breath, And foes bear arms to the…