Suatu hari ibu Bear datang ke rumah Franklin untuk menemui ibu Franklin. Franklin melihat ibu Bear menyerahkan sebuah tas kepada ibu Franklin. Franklin ingin tahu apa isi tas itu. Ibu Franklin bilang bahwa itu hadiah ulang tahun Bear dari ibunya. Ibu Bear menitipkan hadiah itu kepada ibu Franklin karena khawatir Bear mengintip hadiahnya. Franklin lalu bilang kepada ibunya bahwa ia tidak pernah …
Suatu hari, Franklin akan bermain di rumah pohon bersama Bear dan teman-temannya. Harriet dan Beatrice ingin ikut bermain. Semula Franklin menolaknya, tetapi akhirya adiknya ikut serta. Ternyata mereka menemukan permainan yang mengasyikkan. Permainan apakah itu?
Franklin bisa menyebutnya nama-nama bulan dan nama-nama musim dalam setahun. Ia juga bisa membaca termometer dan mengeceknya setiap hari. Franklin sangat memperhatikan cuaca karena ia sangat taku dengan badai. Suatu hari Franklin hendak pergi ke rumah Fox, namun di luar sangat gelap, langit penuh dengan awan hitam yang sangat tebal. Setibanya di rumah Fox, hujan badai turun. Untunglah mereka su…
Franklin sangat menyukai selimut birunya. Mula-mula selimut itu besar, lembut, dan tepinya berlapis kain satin. Tetapi, lama kelamaan, karena terlalu sering dipakai, selimut itu menjadi berlubang-lubang dan tepinya compang-camping. Setiap tahun, Franklin bertambah besar dan selimutnya terasa semakin kecil. Suatu malam, Franklin tidak berhasil menemukan selimutnya. Ia tidak bisa tidur nyenyak ta…
Franklin tahu nama-nama hari, nama-nama bulan, dan nama hari libur di sepanjang tahun. Hari itu adalah hari Valentine. Franklin sedang menyiapkan kartu ucapan yang telah ia buat untuk semua temannya. Franklin memeriksa kembali kartu-kartu itu. Ia tidak ingin ada teman yang terlupa.
Mengisahkan tentang Franklin bermain bersama dan memiliki petualangan seru bersama adiknya si Bayi Beruang.
Franklin sudah bisa menyebutkan angka satu sampai sepuluh secara urut dan bisa menyebutkan abjad. Ia suka menggambar dan paling suka pelajaran "Tunjukkan dan Ceritakan". Maka, ketika Pak Owl memberi tugas, Franklin sudah siap mengerjakannya. Franklin menggambar teman-teman dan lingkungan yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Ia menyebut rumah, toko, taman, rumah sakit, lapangan sepakbola sebag…
Franklin belum bisa naik sepeda tanpa roda penolong. Beaver, si berang-berang, paling berani dan paling rajin berlatih naik sepeda. Ia yang pertama kali berani melepas roda penolong sepedanya. Beberapa hari kemudian, teman-teman Franklin sudah bisa naik sepeda tanpa roda penolong. Franklin melepas roda penolong sepedanya dan mulai berlatih dengan dibantu ibunya. Franklin jatuh, ia merasa tidak …
Franklin mempunyai banyak teman, dan teman akrabnya adalah Bear. Mereka sering bermain kejar-kejaran, bermain kelereng, bermain lompat-lompatan, dan bermain bola. Sampai suatu hari Franklin dan Bear bertengkar. Franklin selalu ingin menentukan semuanya, permainan apa yang mereka mainkan, siapa menang siapa kalah, ia juga selalu ingin menjadi pelempar bola dalam permainan bisbol. Teman-temannya …
Franklin, Bear, dan ayah Bear bertualang dengan kano. Ini pengalaman pertama bagi Franklin dan Bear, si beruang. Dengan kano, mereka menyusuri sungai, danau hingga sampai ke laut. Franklin dan Bear sangat senang. Mereka merasa seperti petualang yang ciceritaka gurunya di sekolah. Tapi lama-kelamaan mereka merasa jenuh karena mendayung terlalu lama.