Milea kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.
Seumur hidupnya Alif tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya dilalui dengan berburu durian runtuh di rimba Bukit Maninjau. Tiba-tiba dia harus melintas punngung Sumatra menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamika walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah ibunya: belajar di pondok.
Pengarang Burung-burung Manyar ini memperlihatkan pengetahuan dan pengalaman yang banyak serta pengetahuan tentang manusia yang mendalam. Nadanya di sana-sini humoristis, kadang-kadang tajam mengiris. Bahasanya segar dan gurih, ngelothok, kontemporer. Isinya penuh pengalaman dahsyat, keras dan kasar, namun juga romantik penuh kelembutan dan kemesraan
Buku ini disusun agar bisa menjadi pegangan bagi teman-teman kala belajar di sekolah, atau sebagai bahan bacaan sehari-hari. Buku dapat melengkapi materi belajar IPA, karena terdapat fakta-fakta menarik ditiap materinya. Selain itu, buku ini dilengkapi dengan latihan soal pilihan ganda dan isian. Dengan bahasa yang mudah dimengerti dan gambar-gambar ilustrasi yang menarik, diharapkan buku ini d…
Setelah membaca buku ini, pada akhirnya Anda akan memiliki perspektif hidup yang berbeda dan mulai mencintai diri sendiri apa adanya. Tak ada lagi kebimbangan dalam memutuskan segala hal dan terpengaruh pendapat atau penilaian orang lain.
Bagaimana sosok bocah laki-laki yang dulu bahkan tak tahu cara mengikat seatbelt dengan benar, dan di waktu yang lain nyaris tersesat di rumah sendiri, kini telah menjelma menjadi sosok pemuda paling tampan di dunia. Bagaimana cerita ini akan berkelanjutan.
Kumpulan kisah atau cerpen dalam sebuah Antologi
Dengar, semua yang menurutmu tidak masuk akal sekarang itu hanya karena belum tentu banyak pengetahuanmu
Biar ragamu saja yang mati, jiwamu tetap menjadi penasihat bumi lewat tulisan dari kehidupan yang kau amati.